Formulasi

Lomba

Senin, 22 Agustus 2011

Penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu di SMK

Berita yang telah dilansir oleh beberapa media massa menyampaikan bahwa Kemdiknas mendorong seluruh sekolah menengah kejuruan baik negeri maupun swasta di Tanah Air bersertifikat ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu dalam upaya peningkatan kualitas lulusan SMK sebelum memasuki dunia kerja .

Informasi dari Direktur Pembinaan SMK Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta, Senin (7/2/2011) mengatakan bahwa saat ini dari 9200 SMK di tanah Air, sebanyak 700 SMK yang telah bersertifikat ISO 9001 : 2008. Target yang akan dicapai hingga akhir tahun 2014 seluruh SMK baik negeri maupun swasta sudah bersertifikat ISO 9001 : 2008.

Pada informasi berikutnya Joko Sutrisno mengatakan pada tahun 2011 ini, Kemdiknas akan menambah jumlah 1500 SMK diusulkan untuk mendapatkan sertifikat ISO yang dibiayai dari dana APBN, masing-amsing SMK akan menerima Rp 30 juta. Dana APBN yang sudah dialokasikan pemerintah tersebut harus digunakan untuk menyelesaikan proses sertifikasi sekolah. Sedangkan SMK yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), secara otomatis sudah bersertifikasi. Proses sertifikasi juga akan dibantu oleh RSBI yang pasti telah disertifikasi dan memiliki auditor sendiridan akan bisa membantu minimal tiga sekolah kejuruan lainnya. Disampaikan juga mengingat masih banyaknya SMK yang belum bersertifikat ISO, maka dibutuhkan dukungan dari APBD serta partisipasi masyarakat.

ISO 9001:2008 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu/kualitas. ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah output . ISO 9001:2008 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa output yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Quality Management Systems (ISO 9001:2008) adalah merupakan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem, yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi. Output pada satuan pendidikan adalah lulusan.
 
Manfaat Penerapan ISO 9001:2008 adalah :
Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
Jaminan Kualitas Produk dan Proses
Meningkatkan Produktivitas perusahaan & “market gain”
Meningkatkan motivasi, moral & kinerja karyawan
Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan
Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok
Meningkatkan cost efficiency & keamanan produk
Meningkatkan komunikasi internal
Meningkatkan image positif perusahaan
Sistem terdokumentasi
Media untuk Pelatihan dan Pendidikan
 
Penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu dalam upaya peningkatan kualitas lulusan SMK sebelum memasuki dunia kerja tentunya sangat menggembirakan bagi orang tua dan peserta didik. Hanya saja tanpa dukungan dari pihak-pihak terkait mustahil program tersebut dapat tercapai karena dana sebesar Rp. 30 juta yang berasal dari APBN tersebut sangat jauh dari kebutuhan SMK untuk melaksanakan ISO 9001:2008.

Perlu diperhatikan pula bahwa dalam upaya penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu jangan sampai terkesan SMK adalah sekolah mahal karena biaya untuk penerapan program tersebut harus dicari sendiri oleh sekolah dengan membebankan pada peserta didik. Semua pihak harus menyadari bahwa yang bersekolah di SMK kebanyakan dari anak-anak keluarga yang kurang mampu.

Pada sisi lain tenaga kependidikan utamanya tenaga tata usaha selama ini sangat kurang mendapat perhatian baik itu dari segi pengadaan maupun peningkatan kualitas SDMnya. Tenaga tata usaha kebanyakan diambil dari tenaga tidak tetap yang sifatnya sementara. Pada sekolah-sekolah di daerah yang menerapkan ISO kenyataannya sampai dengan pelaksanaan ketatausahaan semuanya dikerjakan oleh guru, hal ini tentunya tidak sesuai dengan tujuan penerapan ISO itu sendiri karena guru adalah tenaga fungsional yang seharusnya menangani bidang-bidang yang sesuai dengan tugasnya yaitu melaksanakan tugas mendidik.

Sesuai dengan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu perlu kita dukung pelaksanaannya dan pihak-pihak terkait harus mengkaji serta berupaya membantu pihak sekolah untuk mengatasi masalah sekolah terlebih dulu agar program tersebut tercapai dan tidak menjadi masalah dikemudian hari.
Reaksi:

0 komentar:

Komentar Anda

    Wikipedia

    Hasil penelusuran

    Pengikut

    Blogger Themes